Ingin Sukses: 4 Hal Ini Harus Dijauhi Oleh Pemuda
Penulis: Handriadi Iswardani
“Menerpa Apa yang Ada pada: ‘Seorang Bujangan’…”
Masa muda adalah masa yang penuh warna. Masa yang sering terasa luar biasa, masa ketika seseorang sedang mencari jati diri, mengembangkan hobi, bahkan tidak jarang juga menjadi masa mencari pasangan hidup. Semua itu adalah bagian dari perjalanan seorang pemuda.
Pada bagian pertama ini, saya ingin membahas tentang bagaimana seorang pemuda berusaha mencapai apa yang ia sebut sebagai kepuasan batin. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang mencarinya melalui kegiatan jalan-jalan, hobi otomotif, sepak bola, hingga kebiasaan merokok. Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut dianggap sebagai cara untuk memperoleh kepuasan dalam hidup.
Bagi para pembaca perempuan, jangan khawatir. Insya Allah pembahasan tentang masa muda dari sudut pandang perempuan juga akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Jadi jangan buru-buru berpindah halaman dulu. Siapa tahu ada hal yang bermanfaat bagi saudara, teman, atau keluarga Anda.
Kembali lagi ke “Menerpa Apa yang Ada pada:‘Seorang Bujangan”. Secara sederhana, maksudnya adalah fenomena ketika sebagian anak muda cenderung menerima dan mengikuti apa pun yang datang dalam hidupnya tanpa banyak pertimbangan. Seorang pemuda kadang saja menjalani semuanya begitu saja—pergaulan yang kurang baik, kebiasaan yang tidak sehat, atau ucapan yang tidak pantas—semuanya dijalani tanpa rasa khawatir.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu jawabannya tidak sederhana. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhinya, bahkan mungkin lebih dari satu atau dua penyebab. Namun yang ingin saya tekankan di sini adalah satu hal penting: kebiasaan sehari-hari pada akhirnya akan membentuk kepribadian seseorang.
Jika Anda seorang pemuda, jangan menganggap tulisan ini sebagai bentuk penghakiman. Anggap saja sebagai upaya berbagi sudut pandang tentang kehidupan yang lebih positif. Ironisnya, tidak sedikit pemuda yang tidak menyadari bahwa menjalani hidup secara positif juga dapat menghadirkan kepuasan batin. Entah karena tidak terpikirkan, atau mungkin karena tidak ingin memikirkannya.
Padahal seorang pemuda yang tampil rapi, menjaga kebersihan diri, bersikap ramah, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, bahkan menjauhi kebiasaan merokok, bukan berarti ia kehilangan kebahagiaan hidupnya. Justru pemuda seperti inilah yang berpotensi meraih kebahagiaan yang lebih sejati, bukan kebahagiaan yang hanya bersifat semu.
Kebahagiaan semu itu ibarat ilusi. Kita mungkin mengenal ilusi sebagai sesuatu yang menipu mata. Namun dalam kehidupan, ilusi juga bisa menipu hati. Contoh kecilnya begini. Seorang pemuda yang terlihat kuat, gagah, bahkan percaya diri, ternyata bisa “dikalahkan” oleh sesuatu yang berlangsung hanya dalam beberapa menit saja.
Apa itu?
Sengaja saya buat penasaran sedikit. Baiklah, jawabannya adalah lagu-lagu cinta yang melankolis. Lagu-lagu yang sarat dengan nuansa patah hati sering kali mampu menggoyahkan suasana hati seseorang dalam waktu yang sangat singkat.
Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya tidak bisa dianggap ringan. Banyak pemuda yang sedang mengalami kekecewaan dalam cinta justru semakin larut dalam kesedihan karena terus mendengarkan lagu-lagu yang memperkuat perasaan tersebut. Akibatnya, semangat hidup menjadi melemah.
Di sinilah pentingnya bijak dalam menjaga kondisi hati. Ketika sedang sedih, jangan terus-menerus memperkuat kesedihan itu dengan hal-hal yang membuat hati semakin terpuruk. Cobalah mengalihkan perhatian pada kegiatan yang lebih bermanfaat. Misalnya bekerja, berolahraga, berkebun, berkarya, membantu orang tua, atau melakukan aktivitas positif lainnya.
Sebagai seorang pemuda, wibawa dan harga diri juga perlu dijaga. Jika setiap kali menghadapi masalah kita hanya mencari pelarian pada kebiasaan yang tidak membangun, maka sulit bagi kita untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Karena itu, mari berusaha bangkit. Isi masa muda dengan kegiatan yang lebih bermakna. Percayalah, aktivitas yang positif tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat mengantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Baiklah, berikut 4 point yang harus kamu hindari sebagai seorang pemuda:
Bijaklah dalam mengelola pikiran dan perasaan. Lagu-lagu bernuansa patah hati sering kali justru memperdalam kesedihan yang kita rasakan. Jika terus-menerus didengarkan, hal itu dapat membuat seorang pemuda larut dalam perasaan lemah dan kehilangan semangat. Bahkan tidak jarang seseorang sampai menitikkan air mata ketika kenangan tentang masa lalu kembali muncul karena pengaruh lagu tersebut.
Padahal, ada sesuatu yang jauh lebih menenangkan yang sering kita lupakan, yaitu Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang penuh hikmah dan ketenangan. Ditambah lagi dengan lantunan merdu para qari dari berbagai negeri di Timur Tengah yang mampu menyejukkan hati sekaligus membersihkan jiwa. Mendengarkannya bukan hanya menghadirkan ketenangan, tetapi juga menguatkan kembali hati yang sedang rapuh.
2. Rokok
Cobalah mulai berpikir untuk beranjak dari kebiasaan tersebut. Percayalah, kamu pasti mampu berhenti jika memiliki kemauan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah berdoa agar diberi kekuatan untuk meninggalkannya. Selain itu, alihkan perhatianmu pada hal-hal yang lebih menyenangkan dan bermanfaat, seperti menikmati makanan yang lezat atau minuman yang segar.
Secara pribadi, saya sendiri tidak merokok. Namun untuk urusan kopi, rasanya hampir tidak bisa dilewatkan. Dalam sehari, saya biasanya menikmati kopi setidaknya dua kali.
3. Wanita
Karena kalau tidak hati-hati, hubungan yang dijalani tanpa kesiapan justru bisa berujung pada kekecewaan. Siapa yang ingin merasakan sakit hati, menangis di tengah malam, atau bahkan sampai putus asa hanya karena urusan perasaan?
Pepatah lama mengatakan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menikmati masa sendiri terlebih dahulu. Gunakan waktu itu untuk membangun kedewasaan, membentuk kepribadian, serta mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman hidup.
Kelak ketika kamu benar-benar telah siap untuk menikah, saat itulah cinta dapat diberikan dengan sepenuh hati kepada pasanganmu. Dengan begitu, cinta yang diberikan bukan lagi sekadar emosi sesaat, melainkan sebuah komitmen yang lahir dari kedewasaan dan tanggung jawab.
Ah, kalau sudah bicara tentang orgen tunggal rasanya saya hampir tidak punya banyak komentar. Entah mengapa, kadang justru merasa enggan membahasnya terlalu panjang.
Namun jika kita melihat realitas yang sering terjadi di beberapa daerah, khususnya di Sumatera Selatan dan Lampung, hiburan orgen tunggal yang digelar hingga larut malam sering kali tidak hanya menjadi sekadar acara hiburan. Dalam beberapa kasus, acara semacam ini justru membuka ruang bagi berbagai perilaku negatif.
Tidak jarang kita mendengar kabar bahwa pesta orgen tunggal malam hari diwarnai dengan konsumsi minuman keras, bahkan tidak sedikit yang kemudian terseret pada penyalahgunaan narkoba. Ketika suasana sudah tidak terkendali, konflik kecil pun bisa dengan mudah berubah menjadi pertengkaran besar. Dalam sejumlah kejadian, hal-hal seperti ini bahkan berujung pada tindak kekerasan yang sangat merugikan, sampai-sampai ada kasus yang berakhir pada pembunuhan.
Tentu tidak semua acara orgen tunggal seperti itu. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hiburan yang berlangsung hingga larut malam tanpa pengawasan sering kali membawa dampak sosial yang kurang baik, terutama bagi para pemuda yang sedang mencari jati diri.
Karena itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam memilih bentuk hiburan. Masa muda seharusnya diisi dengan kegiatan yang membangun diri, bukan justru membawa kita pada lingkungan yang berpotensi menjerumuskan.
Empat poin yang telah dibahas tadi sebenarnya sudah cukup menjadi pengingat bagi kita. Apalagi jika berbicara tentang hal-hal yang lebih berbahaya seperti minuman keras, narkoba, tindakan kekerasan, atau perbuatan buruk lainnya, tentu semuanya itu sebaiknya benar-benar dijauhi. Jangan sampai kita tergoda untuk mencobanya.
Ingatlah, masih begitu banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dalam masa muda. Kegiatan-kegiatan itulah yang pada akhirnya dapat membuat orang tua kita merasa tenang dan bangga melihat perjalanan hidup anaknya.
Kebahagiaan orang tua sebenarnya tidak selalu diukur dari prestasi yang tinggi atau peringkat juara di sekolah. Memiliki anak yang berakhlak baik, menjalani kehidupan yang positif, dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang buruk saja sudah menjadi kebahagiaan besar bagi mereka.
Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)







Jika ada tanggapan dari pembaca, atau masukkan, saran dan kritik, silakan di komen dikolom komentar.
BalasHapusGokilllllllllll
BalasHapusFj siapa?
BalasHapus