Doa Singkat Namun Dahsyat: Doa Nabi Musa 'alaihissalam

Penulis: Handriadi Iswardani

 


Salah satu do’a yang singkat namun pengaruhnya bisa begitu dahsyat dalam hidup kita adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam:

 

رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir”
(
Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku)

 

Do’a ini terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Qashas ayat 24. Berikut lengkapnya:

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Artinya: Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: " Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku ". (QS. Al-Qashas: 24)

 

Menariknya, menurut penjelasan Syeikh Abdurrazaq Al-Badr, do’a ini bisa diamalkan oleh siapa saja yang menginginkan kebaikan dunia seperti makanan, pekerjaan, jodoh, hingga tempat tinggal. Hal ini bukan sekadar anjuran tanpa dasar, melainkan berangkat dari kisah nyata yang dialami oleh Nabi Musa sendiri.

 

Latar Belakang Do’a Nabi Musa ‘alaihissalam

Untuk memahami kekuatan do’a ini, kita perlu melihat konteksnya. Kisah ini dijelaskan dalam Surah Al-Qashas ayat 14–28.

Setelah tanpa sengaja membunuh seorang dari kaum Fir’aun, Nabi Musa harus meninggalkan Mesir dalam keadaan takut dan sendirian. Ia pergi menuju negeri Madyan tanpa bekal, tanpa tempat tinggal, bahkan tanpa tujuan yang jelas.

Dalam perjalanan itu, beliau mengalami kondisi yang sangat berat:

ü  Kelaparan

ü  Kelelahan

ü  Tidak memiliki tempat berteduh

ü  Tidak memiliki pekerjaan

 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tentang ayat 24 surah Al-Qashash ini:

Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun Al-Audi, dari Umar ibnul Khattab radhiayallahu ‘anhu., bahwa Musa ‘alaihissalam. setelah sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai sekumpulan orang-orang yang sedang memberi minum ternak mereka. Setelah selesai, lalu mereka mengembalikan batu besar penutup sumur itu yang tidak dapat diangkat kecuali hanya oleh sepuluh orang laki-laki. Tiba-tiba Musa melihat dua orang wanita yang sedang menambat ternaknya. Ia bertanya, "Apakah gerangan yang dialami oleh kamu berdua?" Lalu keduanya menceritakan perihal dirinya kepada Musa, maka Musa mendatangi batu besar itu dan mengangkatnya sendirian. Kemudian tidaklah ia memberi minum ternak keduanya, melainkan cukup hanya dengan setimba air dan ternyata ternak kedua wanita itu kenyang. Sanad riwayat ini sahih

 

Catatan: Nabi Musa ‘alaihissalam memang terkenal kuat, dan dua wanita itu menyaksikan kekuatan Nabi Musa ‘alaihissalam ketika menganggakat penutup sumur hanya seorang diri, inilah yang menjadi alasan kenapa wanita itu nantinya merekomendasi kepada Ayahnya untuk memperkerjakan beliau. Namun Ayah wanita itu berniat lebih baik, yaitu ingin menikahkan anaknya dengan Nabi Musa dengan mahar berkerja bersamanya selama 8 hingga 10 tahun.

 

Momen Do’a yang Penuh Ketulusan

Sesampainya di negeri Madyan, Nabi Musa membantu dua wanita yang kesulitan memberi minum ternak mereka. Setelah itu, beliau menepi ke bawah naungan pohon, dalam kondisi lapar dan lemah.

Di situlah beliau ‘alaihissalam berdo’a:

 

Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khairin faqir

(Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku)

 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, masih di ayat 24 surah Al-Qashash:

“Ibnu Abbas mengatakan bahwa Musa berjalan meninggalkan negeri Mesir di malam hari menuju ke negeri Madyan, sedangkan ia tidak membawa bekal makanan, terkecuali hanya sayuran dan dedaunan pohon. Dia berangkat tanpa alas kaki. Ketika sampai di negeri Madyan, kedua telapak kakinya melepuh, lalu ia duduk istirahat di bawah naungan sebuah pohon. Padahal dia adalah makhluk pilihan Allah dari makhluk-Nya, namun perutnya benar-benar kempis seakan-akan menyatu dengan punggungnya karena kelaparan, dan sesungguhnya seakan-akan hijaunya sayur-sayuran yang dimakannya kelihatan dari balik perutnya. Sesungguhnya dia benar-benar sangat membutuhkan buah kurma, walaupun hanya satu biji atau separuhnya.

 

Beliau (Nabi Musa ‘alaihissalam) tidak meminta secara spesifik, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada Allah apa yang terbaik baginya.

 

Jawaban Allah yang Luar Biasa

Tidak lama setelah Nabi Musa berdo’a, datanglah salah satu dari dua wanita tadi dengan penuh rasa malu, mengundang beliau untuk menemui ayahnya. Nabi Musa pun memenuhi undangan tersebut. Nabi Musa ‘alaihisslam menceritakan keadaannya kepada syeikh tua itu, dan syeikh tua menenangkan bahwa beliau telah selamat dari kaum zalim (Fir’aun Mesir).

 Tidak lama setelah do’a tersebut dipanjatkan, Allah langsung memberikan berbagai kebaikan kepada Nabi Musa:

  1. Makanan → beliau diundang ke rumah dan diberi jamuan oleh ayah dari dua wanita tersebut
  2. Istri → beliau dinikahkan dengan salah satu dari mereka
  3. Pekerjaan → beliau bekerja pada ayah dari dua wanita tersebut selama 8 hingga 10 tahun
  4. Tempat tinggal → beliau mendapatkan naungan tempat tinggal bersama syekh tua dari Madyan tersebut (Ayah dari dua wanita tadi) Kisah selengkapnya bisa dilihat di dalam surah Al-Qashash ayat 14 – 28.

 

Dalam waktu singkat, seluruh kebutuhan hidup beliau terpenuhi.

Inilah yang menjadi dasar penjelasan Abdurrazaq Al-Badr bahwa doa ini sangat kuat untuk memohon kebutuhan hidup.

 

Pelajaran Penting dari Doa Ini

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil:

 

1.  Do’a yang sederhana bisa sangat dahsyat        
Do’a ini terbilang singkat, terbilang mudah dihafal dan mudah dipanjatkan dalam sujud ketika sholat, dan yang tak kalah penting adalah ketulusan hati dalam berdo’a.

 

2.  Akui kelemahan di hadapan Allah       
Kata “faqir” (butuh) menunjukkan sikap total bergantung kepada Allah. Ini perkara yang sangat penting.

 

3.  Serahkan bentuk rezeki kepada Allah 
Nabi Musa tidak menentukan “apa”, tapi Allah memberi “yang terbaik”.

 

4.  Kebaikan bisa datang dari arah tak terduga   
Dari menolong orang lain, Allah bukakan banyak pintu rezeki.

 

Penutup

Doa Nabi Musa ini bukan sekadar do’a biasa, melainkan do’a yang lahir dari kondisi terdesak, penuh keikhlasan, dan penghambaan total. Maka sangat wajar jika Allah membalasnya dengan kebaikan yang lengkap.

Bagi siapa saja yang sedang:

  • kesulitan ekonomi,
  • menanti jodoh,
  • mencari pekerjaan,
  • atau butuh tempat tinggal,

maka do’a ini, do'a yang bisa diselipkan dalam sujud-sujud kita, layak untuk diamalkan dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati.

 

رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir”
(
Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku)

Semoga Allah memudahkan setiap urusan kita dan memberikan kebaikan dari arah yang tidak kita sangka-sangka. Aamiin. Baarakallahu fiikum.

 

Komentar

Postingan Populer