Khutbah Jum'at Ringkas: Makna Surah An-Naba dan Peringatan Hari Akhir

 Penyusun: Handriadi Iswardani


 إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ،  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ تَعَالَى،   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Wasiat Takwa

مَعَاشِرَ المُسْلِمِينَ، أَوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ


ISI - Khutbah Pertama


Jama’ah Jum'at rahimakumullah,
    Di antara surat yang mengguncang hati dan membuka mata manusia tentang kehidupan akhirat adalah Surat An-Naba’, surat yang dibuka Allah dengan pertanyaan yang menggetarkan:

‘Amma yatasa’alūn? ‘Anin-naba’il ‘azhīm.
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita besar.

Para ulama salaf—Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah—menjelaskan bahwa “berita besar” itu adalah hari kebangkitan, hari ketika manusia keluar dari kuburnya dan berdiri di hadapan Rabb semesta alam.

Kaum musyrik dari orang-orang Quraisy terdahulu, memperdebatkan dan mendustakan hari tersebut.
Namun Allah menjawab keraguan mereka dengan menghadirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang setiap hari kita lihat:


أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَٰدًا

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,


وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,


وَخَلَقْنَٰكُمْ أَزْوَٰجًا

8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,


وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,


وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا

10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,


وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا

Artinya: 11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,


وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,


وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),


وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,


لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّا وَنَبَاتًا

15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,


وَجَنَّٰتٍ أَلْفَافًا

16. dan kebun-kebun yang lebat?


Jama'ah jum'at rahimakumullah,
Siapa yang mampu menciptakan ini semua,
siapa yang mampu mengatur siang-malam,
siapa yang mampu menurunkan hujan dan menghidupkan bumi yang mati,
Dialah satu-satunya Rabb yang mampu menghidupkan kembali manusia setelah mati.

Inilah pokok dalam akidah ahlussunnah:
Mengimani hari kebangkitan tanpa ragu dan tanpa takwil.

Hadirin rahimakumullah,

Setelah menyebut bukti-bukti itu, Allah menggambarkan dahsyatnya Hari Keputusan, ketika malaikat berbaris rapi, langit terbelah, dan tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali yang Allah izinkan.

Pada hari itu, orang yang mendustakan dan berpaling akan masuk ke dalam neraka yang mengintai, tinggal lama di dalamnya, tidak mendapatkan kesejukan selain air panas dan nanah yang memedihkan.

جَزَآءً وِفَاقًا

26. sebagai pambalasan yang setimpal.


Namun bagi orang-orang yang bertakwa, Allah sediakan surga penuh kenikmatan: kebun-kebun, anggur, pasangan yang suci, dan minuman yang menenangkan. Tidak ada ucapan dusta, tidak ada maksiat, tidak ada kegelisahan.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, Ayat 31. 


جَزَآءً مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا

Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, Ayat 36. 


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah Kedua

الـحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ ،

وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَأَشْهَدَ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَإِخْوَانِهِ

وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ



Hadirin yang semoga kita semua dimuliakan Allah Ta'alaa,

Akhir surat An-Naba ini menutup dengan satu fakta menakutkan:

Yawma yanẓurul-mar’u mā qaddamat yadāh
Pada hari itu manusia melihat sendiri apa yang telah dia kerjakan.

Dan orang kafir berkata:

Yā laitani kuntu turābā.
Andai saja dulu aku hanyalah tanah.

Dalam satu hadits, Rasulullah ﷺ membaca akhir Surat An-Naba’ dan berkata:

“Pada hari itu, (Allah) menghukumi binatang. Setelah selesai, Allah berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kalian tanah!’ Maka saat itu orang kafir berkata: ‘Andaikan aku menjadi tanah!’.”
(HR. Muslim)


Ma'asyiral muslimin,
Surat An-Naba’ mengajarkan tiga hal penting untuk kehidupan kita:

  1. Mengimani bahwa Hari Kebangkitan adalah sebuah kepastian — tidak bisa ditolak dan tidak bisa ditawar.
  2. Orang bertakwa akan selamat, sementara pendusta akan binasa.
  3. Hidup ini adalah persiapan menuju hari akhir — setiap amal akan kita lihat kembali nantinya.

Maka mari kita memperbaiki iman, memperkuat ketaatan, menjaga shalat, dan memperbanyak amal yang diridhai Allah.

Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الآخِرَةِ

ad-dun-yā mazra‘atul-ākhirah

“Dunia adalah ladang untuk akhirat.”

(Dihasankan oleh al-Albani, Silsilah al-Ahadits as-Shahihah no. 342)

📌 Makna menurut ulama salaf:

Di dunia kita menanam amal, di akhirat kita menuai hasilnya.



إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


Do'a

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Walhamdulillahirabbil 'aalamiin, 

‘ibadallah…

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعْمَتِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

wa aqiimush-sholah ...

Komentar

Postingan Populer