Penyusun: Handriadi Iswardani
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Wasiat Takwa
مَعَاشِرَ المُسْلِمِينَ، أَوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ
1. Mukadimah dan Latar Surah ‘Abasa
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Surah ‘Abasa adalah surah Makkiyah yang mengandung pelajaran besar tentang tawadhu’-nya Nabi ﷺ, kemuliaan orang beriman walaupun miskin, serta bahaya mendahulukan orang kaya dan berpengaruh dalam dakwah dengan mengabaikan orang yang ikhlas mencari hidayah.
Para ulama salaf seperti Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah menjelaskan bahwa ayat ini turun ketika Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat buta, datang meminta diajarkan al-Qur’an, namun pada saat itu Nabi ﷺ sedang berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Maka Allah menegur Nabi-Nya dengan teguran penuh kasih sayang.
2. Pelajaran Besar: Allah Memuliakan Orang yang Lemah tapi Ikhlas
Allah berfirman:
عَبَسَ وَتَوَلَّى، أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى
“Dia (Muhammad ﷺ) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta datang kepadanya.”
Wahai kaum muslimin, ayat ini menunjukkan kedudukan tinggi bagi orang yang ikhlas mencari petunjuk, walaupun ia tidak memiliki kedudukan dunia. Para ulama salaf mengatakan: “Siapa yang datang untuk menuntut ilmu dan hidayah, maka dialah yang paling berhak untuk diperhatikan.”
Ini adalah pelajaran bagi para dai, para guru, dan setiap orang yang memikul amanah dakwah: jangan remehkan orang kecil, jangan abaikan penuntut ilmu, jangan merendahkan siapa pun yang mencari jalan Allah.
3. Dakwah Harus Murni Mengharap Wajah Allah
Lihat bagaimana Allah berfirman:
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى
“Tidak ada atas dirimu (wahai Muhammad) bila mereka tidak mau membersihkan diri.”
Ini mengajarkan prinsip salaf:
➡️ Hidayah di tangan Allah, bukan di tangan dai.
➡️ Tugas kita hanya menyampaikan dengan ikhlas, bukan mengejar pengaruh, angka, atau sanjungan.
➡️ Orang yang mencari dunia dengan dakwah, maka dakwahnya kurang berkah.
4. Dunia Bukan Ukuran Kemuliaan
Allah mencela orang yang sibuk dengan “orang besar”, tetapi mengabaikan pencari hidayah:
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى، فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى
“Adapun orang yang merasa cukup (merasa tidak butuh), maka engkau melayaninya.”
Para ulama mengatakan:
“Orang kafir dan sombong bukan lebih mulia di sisi Allah, walau hartanya banyak. Sedangkan orang beriman, meskipun lemah, ia jauh lebih berharga di sisi Allah.”
Ini adalah manhaj salaf dalam memandang manusia:
Bukan hartanya, bukan pangkatnya, tapi ketakwaannya.
5. Al-Qur’an: Peringatan yang Mulia
Allah menutup bagian awal surah dengan firman-Nya:
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ini adalah peringatan.”
Al-Qur’an adalah kemuliaan.
Ia adalah petunjuk.
Ia adalah peringatan agung yang mengangkat siapa saja yang berpegang teguh dengannya.
Maka jamaah sekalian,
Siapa pun kita, mari jadikan al-Qur’an sebagai penuntun hidup, penghibur hati, penguat iman, dan perbaikan akhlak. Seorang dai, guru, orang tua, pimpinan, semuanya wajib tunduk dan patuh kepada peringatan al-Qur’an.
6. Penutup Khutbah Pertama
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Surah ‘Abasa mengajarkan tiga pokok salafiyah:
-
Tawadhu’ dan menghormati penuntut ilmu.
-
Tidak meninggalkan siapa pun yang ikhlas mencari hidayah.
-
Dakwah harus tulus, tanpa memandang status dunia.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَىٰ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَٰكِنْ يَنْظُرُ إِلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.
Artinya
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
di hadits lain: "Betapa banyak seorang yang rambutnya kusut, pakaiannya lusuh, tidak dianggap oleh manusia; namun jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah kabulkan." (HR. Muslim)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tunduk pada peringatan-Nya, rendah hati di hadapan kebenaran, dan tidak sombong di hadapan manusia.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KE-DUA
الحمدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدًا عبدُه ورسولُه.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ؛ فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ.
1. Penguatan Pesan Surah ‘Abasa
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pelajaran dari Surah ‘Abasa tidak hanya untuk para dai, guru, dan penyeru kebenaran, tetapi juga untuk seluruh hamba Allah.
Allah menegur Nabi-Nya ﷺ sebagai bentuk tarbiyah bagi umat ini: agar kita tidak meremehkan siapa pun yang datang untuk kebaikan, agar kita rendah hati, dan agar kita selalu mendahulukan orang yang mencari hidayah.
2. Hadits Shahih untuk Penguat
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
“Sesungguhnya Allah merahmati hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat kasih sayang.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini selaras dengan Surah ‘Abasa:
Siapa yang memiliki sifat rahmah—menghargai penuntut ilmu, memuliakan orang beriman, dan tidak membeda-bedakan manusia karena dunia—maka Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepadanya.
Jamaah Jumat yang semoga kita dirahmati Allah,
dalam Surah ‘Abasa ayat 33–37 Allah juga menggambarkan tentang kengerian hari kiamat :
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ، يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ، وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ، وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
“Apabila datang suara yang memekakkan. Pada hari itu seseorang lari dari saudaranya, dari ibunya dan ayahnya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu sibuk dengan urusannya sendiri.”
Ulama salaf mengatakan:
“Tidak ada hari yang lebih membuat manusia lupa pada orang yang dicintainya selain hari kiamat.”
Orang tua tak mengingat anak.
Anak tak peduli pada ibu dan ayah.
Suami tak peduli pada istri.
Tidak ada lagi tolong-menolong.
Setiap orang hanya mengurusi keselamatan dirinya sendiri.
2. Kemudian di ayat 38-42, Allah mengabarkan tentang keadaan wajah-wajah manusia di hari itu (Ayat 38–42)
Allah berfirman:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ، ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ
“Pada hari itu banyak wajah yang berseri, tertawa dan bergembira.”
Mereka adalah ahli tauhid, ahli ibadah, yang taat kepada Allah di dunia
.
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ، تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ، أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
“Dan pada hari itu ada pula wajah yang tertutup debu kehinaan dan diselimuti kegelapan. Mereka adalah orang kafir lagi durhaka.”
Dalam satu hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا
“Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum berkhitan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ma'asyiral muslimin,
Jika pada hari itu manusia lari dari keluarganya, maka jangan sampai kita meremehkan amal shalih hari ini.
Tidak ada yang menyelamatkan kita nanti kecuali:
⦁ tauhid yang murni
⦁ amal shalih yang ikhlas
⦁ menjauhi maksiat
⦁ menjaga salat
⦁ menjaga pandangan, lisan, dan harta dari yang haram
Semua yang kita cintai di dunia akan terputus, kecuali amalan kita.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sholawat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Do'a
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ.
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Walhamdulillahirabbil 'aalamiin,
‘ibadallah…
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعْمَتِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
wa aqiimush-sholah ...
Komentar
Posting Komentar