Hidup Sederhana, Hati Mulia: Menjauhi Riba di Zaman Serba Mudah
Penyusun: Handriadi Iswardani
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Wasiat Takwa
مَعَاشِرَ المُسْلِمِينَ، أَوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ
ISI - Khutbah Pertama
Hadirin
yang dimuliakan Allah…
Pernahkah
kita merenung sejenak di malam hari…
Saat semua orang terlelap…
Saat kita sendirian…
Lalu kita bertanya dalam hati:
"Apakah
harta yang aku makan selama ini benar-benar halal di sisi Allah?"
Kita
bekerja… kita berusaha… kita mencari nafkah…
Namun di zaman ini, jalan menuju yang haram seringkali begitu halus… begitu
lembut… bahkan dibungkus dengan kemudahan.
Sampai-sampai…
kita tidak sadar…
Bahwa yang kita anggap solusi… ternyata bisa menjadi sebab kemurkaan Allah.
Masuk ke
Tema Riba
Wahai
kaum muslimin…
Salah
satu dosa besar yang sering diremehkan di zaman ini adalah riba.
Padahal
Allah berfirman:
“Maka
jika kamu tidak meninggalkan riba, ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan
memerangimu.”
Allahu
akbar…
Bukan
sekadar dosa…
Bukan sekadar kesalahan…
👉 Tapi perang dari Allah dan Rasul-Nya
Mengaitkan
dengan Realita (PayLater)
Hadirin
yang dirahmati Allah…
Di zaman
sekarang, riba tidak lagi datang dalam bentuk yang menakutkan…
Tidak lagi seperti rentenir di pinggir jalan…
Ia
datang… melalui genggaman tangan kita…
Melalui layar handphone kita…
Dengan
tulisan yang indah:
"Beli sekarang, bayar nanti…"
Dengan
tawaran yang menggoda:
"Cicilan ringan… tanpa terasa…"
Dan
akhirnya…
Seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu ia butuhkan…
Lalu ia
menunda pembayaran…
Dan ketika ia terlambat…
👉 Muncullah tambahan demi tambahan…
Sedikit
demi sedikit…
Tanpa terasa…
Ia telah terjatuh dalam riba…
Sentuhan
Hati (Pendalaman)
Wahai
saudaraku…
Mungkin
kita berkata:
"Ini cuma sedikit…"
"Ini
cuma sekali…"
"Semua
orang juga melakukannya…"
Namun
tahukah kita…
Bahwa
Nabi ﷺ menyebut:
“Satu
dirham riba yang dimakan seseorang, itu lebih berat dosanya daripada 36 kali
zina.”
Allahu
akbar…
Kalau
dosa sebesar itu…
Lalu bagaimana dengan harta yang kita beri makan kepada anak-anak kita?
Bagaimana
dengan doa-doa kita?
Bagaimana dengan shalat kita?
Penutup
Khutbah Pertama
Hadirin
yang dimuliakan Allah…
Riba itu
tidak langsung menghancurkan…
Tapi ia mencabut keberkahan…
Pelan-pelan… tanpa kita sadari…
Harta
mungkin bertambah…
Tapi hati gelisah…
Rumah tangga mudah goyah…
Doa terasa jauh dari langit…
Maka
sebelum semuanya terlambat…
Mari kita
bertanya kepada diri kita masing-masing:
👉 “Apakah aku siap berjumpa dengan Allah dengan membawa harta yang bercampur riba?”
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
الـحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ ،
وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَأَشْهَدَ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَإِخْوَانِهِ
وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ
Lanjutan Isi Khutbah (2)
Jika hari ini kita merasa…
pernah terjatuh dalam riba…
pernah terlibat dalam transaksi yang tidak diridhai Allah…
Maka jangan putus asa…
Karena Allah berfirman:
۞ قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ ٥٣
Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1 semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
Allahu akbar…
👉 Semua dosa…
Selama kita mau kembali…
Kaum muslimin rahimakumullah…
Jika hari ini kita belum mampu membeli sesuatu yang kita inginkan…
maka bersabarlah…
Tidak semua yang kita inginkan harus kita miliki hari ini…
Tidak semua yang kita lihat harus kita kejar saat ini…
Karena boleh jadi…
yang kita anggap kebutuhan… ternyata hanyalah keinginan sesaat…
yang jika dipaksakan… justru akan menyeret kita pada sesuatu yang Allah tidak ridhai…
Maka janganlah paksakan diri dengan paylater atau riba…
jangan paksakan diri dengan jalan yang samar…
Hiduplah dengan sederhana…
Karena demi Allah…
hidup dalam kesederhanaan… itu lebih menenangkan…
daripada hidup dalam kemewahan… tapi hati diliputi kegelisahan…
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.” 📚 HR. Muslim
Rasulullah
ﷺ bersabda:
وَارْضَ
بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ
Artinya:
“Ridhalah dengan apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya engkau menjadi
manusia paling kaya.”
📚 HR. Tirmidzi (dihasankan oleh sebagian ulama)
Rasulullah
ﷺ bersabda:
انْظُرُوا
إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ
Artinya:
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan
melihat yang di atas kalian…” 📚 HR. Bukhari dan Muslim
Ma'asyiral muslimin
Hidup dalam keterbatasan… itu lebih menentramkan…
daripada harus menanggung beban riba… yang setiap bulannya membuat dada terasa sempit…
Wahai saudaraku…
Bersabarlah…
Karena yang sedikit tapi halal… akan membawa keberkahan…
Sedangkan yang banyak tapi bercampur haram… akan membawa kegelisahan…
Bersabarlah…
hingga Allah lapangkan rezeki kita dengan cara yang halal…
Dan bersabarlah…
hingga suatu saat nanti… Allah takdirkan kita berpisah dengan dunia ini…
Dalam keadaan hati yang tenang…
dalam keadaan harta yang bersih…
dan dalam keadaan jiwa yang siap untuk bertemu dengan-Nya…
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sholawat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Do'a
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Walhamdulillahirabbil 'aalamiin,
‘ibadallah…
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعْمَتِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
wa aqiimush-sholah ...



Komentar
Posting Komentar